Integrasi Holistik Pendidikan Agama Islam dan Pembentukan Karakter: Sintesis Konseptual di Era Disrupsi Digital dan Otonomi Kurikulum
Keywords:
Pendidikan Agama Islam, Pembentukan Karakter, Model Integrasi Triadik, Disrupsi Digital, Otonomi KurikulumAbstract
Kajian ini menyajikan sintesis konseptual mengenai integrasi antara Pendidikan Agama Islam (PAI) dan pembentukan karakter dalam konteks Indonesia, terutama sebagai respons terhadap tantangan kontemporer seperti disrupsi digital dan otonomi kurikulum. Melalui sistematik review dengan analisis tematik terhadap 85 karya akademik relevan, studi ini mengidentifikasi tiga tema inti: peran teologis dan epistemologis PAI sebagai landasan, peran strategis pedagogis dan institusional guru serta budaya sekolah, dan kontekstualisasi adaptif melalui teknologi dan kearifan lokal. Temuan menunjukkan bahwa meskipun hubungan antara PAI dan pembentukan karakter telah mapan, implementasinya sering kali terfragmentasi. Kajian ini mengusulkan "Model Integrasi Triadik" yang mensintesis ketiga tema tersebut menjadi kerangka kerja yang koheren, dengan memposisikan substansi PAI, aktor pedagogis, dan konteks adaptif sebagai simpul yang saling terhubung. Model ini menawarkan pendekatan yang lebih holistik dan responsif terhadap pendidikan karakter, melampaui strategi-strategi parsial. Kontribusi utamanya adalah kerangka konseptual yang kuat yang dapat membantu pembuat kebijakan, pendidik, dan peneliti dalam mengembangkan program pendidikan karakter yang lebih efektif dan terintegrasi dalam semangat kurikulum Merdeka Belajar.











