PENGEMBANGAN MODEL EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING BERBASIS APLIKASI DIGITAL BAGI IBU HAMIL DAN BALITA DI DESA PUNTI, KECAMATAN SOROMANDI, KABUPATEN BIMA
Keywords:
Aplikasi digital, Edukasi Kesehatan, StuntingAbstract
Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang mendapat perhatian serius di Indonesia karena berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, kualitas pendidikan, produktivitas ekonomi, dan kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang. Desa Punti, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima merupakan salah satu wilayah yang masih menghadapi tantangan dalam upaya pencegahan stunting, terutama terkait rendahnya literasi kesehatan, keterbatasan akses informasi gizi, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital dalam edukasi kesehatan ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model edukasi pencegahan stunting berbasis aplikasi digital bagi ibu hamil dan ibu balita serta menguji efektivitasnya dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku pencegahan stunting. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Research and Development (R&D) yang dipadukan dengan desain one group pretest-posttest. Responden penelitian berjumlah 70 orang yang terdiri atas ibu hamil dan ibu balita di Desa Punti yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, paired sample t-test, dan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi digital secara signifikan meningkatkan pengetahuan responden mengenai stunting, gizi ibu dan anak, 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), praktik pemberian makan bayi dan anak, serta pemantauan pertumbuhan balita (p < 0,001). Selain itu, aplikasi mampu mendorong perubahan perilaku kesehatan melalui peningkatan kepatuhan terhadap kunjungan posyandu, pemeriksaan kehamilan, pemantauan pertumbuhan anak, dan pemanfaatan layanan kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa model edukasi berbasis aplikasi digital berpotensi menjadi strategi inovatif yang efektif dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui peningkatan literasi kesehatan dan perubahan perilaku masyarakat secara berkelanjutan.



