Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Era Masyarakat Multikultural
Keywords:
Moderasi Beragama, Pendidikan Agama Islam, Masyarakat Multikultural, Toleransi, Pendidikan KarakterAbstract
Indonesia merupakan negara multikultural dengan tingkat keragaman agama, suku, budaya, bahasa, dan tradisi yang sangat tinggi. Keragaman tersebut menjadi modal sosial yang berharga sekaligus menghadirkan tantangan dalam menjaga harmoni sosial di tengah meningkatnya gejala intoleransi, polarisasi identitas, radikalisme, dan eksklusivisme keagamaan. Dalam konteks tersebut, Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada peserta didik sejak dini. Artikel ini bertujuan menganalisis urgensi internalisasi nilai-nilai moderasi beragama melalui pembelajaran PAI di era masyarakat multikultural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui analisis berbagai jurnal, buku, dan dokumen kebijakan yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi moderasi beragama dapat dilakukan melalui integrasi kurikulum, pengembangan strategi pembelajaran inklusif, keteladanan guru, budaya sekolah, serta penguatan dialog lintas budaya dan agama. Nilai-nilai moderasi seperti tawassuth (jalan tengah), tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), i'tidal (keadilan), dan musawah (kesetaraan) terbukti mampu memperkuat sikap toleran, inklusif, dan harmonis di kalangan peserta didik. Oleh karena itu, pembelajaran PAI perlu terus direorientasikan sebagai instrumen penguatan karakter moderat dalam menghadapi dinamika masyarakat multikultural abad ke-21




